Palatihan Ayam Terbaik Untuk Ayam Yang Tak Terkalahkan

Tradisi Sabung Ayam Tajen Di Bali

sabung ayam TajenTradisi Sabung Ayam Tajen Di Bali, Bali merupakan pulau Indonesia yang sangat terperngaruh dengan budaya India, China dan terlebihnya Hindu. Banyak adat dan tradisi Bali yang menarik seperti tariannya upacara adat dan yang lebih menarik dari Bali adalah sabung ayam tajen yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia karena tidak sedikit pengunjung pulau Bali berasal dari Barat. Persabung ayaman di Indonesia memang sangat beragam dan sudah memiliki sejarah panjang sehingga sampai sekarang masih banyak orang menikmati sabung ayam. Tapi sabung ayam di Bali yang menggunakan pisau akan membuat sebagian orang penasaran.

Tajen berasal dari tabuh rah, atau upacara orang-orang Hindu di Bali yang mengharuskan meneteskan tanah ke Bumi untuk pengaruh negatif tidak menganggu manusia. Tujuan dari tajen ini juga mulia yaitu untuk mengharmoniskan hubungan antara manusia dengan bhuana agung. Upacara ini menggunakan sarana hewan kurban seperti sapi, babi, itik, ayam dan hewan ternak lainnya. Persembahan ini dilaksanakan dengan cara menyembelih leher kurban yang sudah dimantrai. Tradisi sabung ayam tajen di Bali sudah dilakukan sejak zaman kerajaan Hindu.

Kata tajen sendiri berasal dari kata tajian atau sejenis pisau kecil yang memiliki panjang sekitar 5-8 cm. Taji pisau ini biasanya dipasang pada salah satu kaki ayam yang akan di adu. Dalam kitab para bebotoh ini sabung ayam pisau sebagai lontar pengayam-ayaman, banyak bersinggung tentang terjaminnya ayam tidak akan kabur saat dilaga. Selain ciri bawaan ayam yang membawa keberuntungan, hari pertandingan juga sangat berpengaruh.

Tapi dalam sabung ayam tajen ada persyaratan untuk di adu, misal ayam jantan yang memiliki flek hitam di kakinya atau lebih dikenal dengan Raja Wilah. Ada juga ayam yang dilarang yaitu Camah Brahma atau ayam yang memiliki ciri warna merah seluruh di urat, lidah, sampai kulitnya. Jika kedua ayam ini di adu maka pemilik dari kedua jeins ayamg ini akan sangat beresiko seperti saling serang atau terkena penyakit dadakan. Jika sang pemiliki ayam tidak kena maka korbannya bisa turun ke keluarga sang pemilik ayam.

Tapi karena tajen bali selalu di selingi perjudian maka tradisi ini sempat di hentikan oleh pemerintah. Memang beberapa orang yang melakukan tradisi ini tidak menyangka kalau acara mulia ini selalu di selipi unsur perjudian yang bisa merusak nama sabung ayam tajen ini sendiri. Karena larangan dari pemerintahan karena pasoalan judi tradisi sabung ayam di Bali sempat dilakukan secara sembunyi-sembunyi hingga akhirnya tradisi sabung ayam Tajen boleh dilakukan dengan persyaratan dari pemerintahan setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 14 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.